Jumat, 15 April 2011

KUNCI RAHASIA HATI LELAKI

by ; Ustd Musyafa (by milis kaderisasi)

Seorang pengamat hati kaum lelaki menulis:

Ternyata, hati laki-laki itu beraneka macam;

· Ada yang mudah dijangkau dan mudah didapatkan hanya sekedar kata: “cinta”

· Ada juga yang langsung terbuka kunci-kuncinya begitu dihadapkan kecantikan yang menawan.

· Ada juga yang menjadi perwujudan dari peribahasa yang mengatakan: “Jalan terpendek untuk mendapatkan hati lelaki adalah perutnya”, maksudnya melalui makanan.

· Cara seorang istri yang memperlakukan suaminya dengan cinta, diplomasi dan akhlaq, ternyata hal inilah yang membuat sang suami mencintainya.

o Sebab, ada sementara lelaki yang menginginkan agar segala tuntutan dan keinginannya terpenuhi, ingin diperhatikan, dan dikesankan bahwa dirinya adalah manusia istimewa dan penting dalam kehidupan sang istri.

o Terus terang, jalan untuk mendapatkan hati seorang lelaki (suami) adalah ia ingin melihat wanita (istrinya) tempat ke-tsiqah-annya, sehingga, kalau saja sang istri pernah berbohong kepadanya sekali saja, maka lelaki (suami) tidak akan mampu membangun hubungan yang kuat dengan wanita (istrinya), sebab ia akan selalu teringat bahwa ia pernah dibohongi oleh istrinya, yang bisa jadi, ia akan dibohongi untuk kedua kalinya, ketiga kalinya dan seterusnya, apalagi kalau ia menyadari bahwa dirinya (lelaki) dengan mudah akan tertawan oleh kecantikan wanita, atau oleh “kebaikan”-nya dan tindak tanduknya.

o Terkadang (kalau tidak sering) rahasia hati seorang lelaki, kuncinya berada pada kecerdikan seorang yang wanita yang dengan cerdas mampu menangkap hal-hal yang diutamakan oleh kaum lelaki; apakah dalam bentuk menjauhkan hal-hal yang tidak disukai laki-laki, ataukah dengan melalui sentuhan-sentuhan yang membuatnya senang dan puas, ataukah dengan tehnik-tehnik lainnya yang saat di-“main”-kan oleh seorang wanita (istri), maka sang lelaki akan berubah bak cincin di jari jemari wanita yang dipermainkannya sesuka hatinya.

o Diantara rahasia hati lelaki adalah ia tidak suka kalau begitu sampai di rumah sang istri langsung menumpahkan segala problem rumah tangga, namun sang istri bersabar menunggu momentum yang tepat dengan menghiburnya, menyenangkannya terlebih dahulu, sehingga sang lelaki (suami) betah duduk di dalam rumah, dan dalam tempo yang lama, lalu sang lelaki yang terlebih dahulu menceritakan berbagai problem dan urusannya, dan dengan setia serta penuh kesabaran sang istri mendengarkan dan membantu menyelesaikannya, setelah itu, sang lelaki pasti akan “terpegang” oleh sang istri!!

o Bukan hal yang aneh kalau seorang lelaki hati-nya akan “terpegang” manakala perintahnya ditaati, dan saat itu, pastilah ia akan mencintai istrinya.

o Lelaki timur mempunyai tabiat ingin “dikesankan” sebagai pemimpin rumah tangga, karenanya, kalau “kerajaan” ini banyak diganggu dengan banyaknya perbantahan dari sang istri, akan berkurang atau hilanglah cintanya kepada istrinya.

o Kalaupun sang istri harus mendebat dan membantah sang lelaki (suami), bantahlah secara “cerdas”, sebab lelaki tidak suka kalau seorang wanita (istri) berbicara dengan gaya menantang atau penuh rasa gee r, tetapi, bantahlah dengan tenang dan penuh rasa hormat terhadap kedudukan lelaki (suami) sebagai kepala rumah tangga.

o Kebanyakan lelaki menampilkan kesan kuat, barangkali agar dihormati dan ditakuti, dan barangkali agar tampak berwibawa, padahal, sebenarnya, “dalaman” lelaki itu berupa “anak kecil”, yang untuk mendapatkan hatinya bukanlah perkara sulit, hanya sedikit kecerdasan dari kaum Hawa untuk “menaklukkannya”.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar