Motivasi

Mereka yang beralasan tidak punya waktu adalah mereka yang membiarkan waktu mengatur hidupnya, bukan malah sebaliknya.

Motivasi

Masalah itu adil, ia datang kepada semua orang, tapi tidak dengan jalan keluar. Jalan Keluar hanya datang kepada mereka yang mencarinya.

Motivasi

Nasib baik tidak pernah salah memilih orang. ia memilih orang yang proaktif menjemputnya.

Motivasi

Hal yang perlu ditakuti saat mengkritik orang lain adalah ketika kita sendiripun tidak lebih baik dari mereka.

Motivasi

Jangan hanya tertarik dengan apa yang dicapai orang sukses, tertariklah dengan airmata yang mereka keluarkan untuk mencapainya.

Rabu, 12 Februari 2014

Valentin Day Dan Penyakit Inferior

Oleh : abdullah haidir 

Sifat minder (inferior) pada seseorang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tidak mampunya dia mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya. Bukan hanya itu, pada waktunya dia akan mencampakkan semua potensi itu karena ingin meraih apa yang terdapat pada orang lain yang dia pandang berkilauan.

Kondisi inilah yang sesungguhnya banyak menimpa kaum muslimin. Islam dengan segala ajaran dan keunggulannya yang telah Allah berikan kepadanya, seakan tak bernilai apa-apa baginya. Jangankan untuk mengusungnya tinggi-tinggi, sekedar menyandangnya saja, sangat berat terasa. Baginya Islam hanya sekedar identitas diri yang  “asal jangan lepas”. Selebihnya, gaya hidupnya, cara bergaul, berpakaian, tindak tanduknya sampai kepada hobi dan idolanya sangat tergantung pada mana yang paling dapat memenuhi prestisenya, gengsi dan wibawa duniawinya, walaupun bertabrakan dengan prinsip-prinsip Islam, bahkan walaupun berlawanan dengan norma kehidupan yang umum berlaku.

Padahal para ulama telah sejak lama mengurai satu persatu keunggulan ajaran Islam dalam berbagai aspeknya dengan segala dampak positifyang dihasilkan. Dari mulai masalah aqidah, ibadah, ekonomi, politik, pergaulan, rumah tangga hingga tata cara kehidupan sehari-hari. Namun semua itu tidak banyak gunanya, ketika sifat minder terhadap ajaran Islam masih menghinggapi diri kaum muslimin.

Fenomena Valentin Day, misalnya, yang juga marak dirayakan oleh anak-anak muda muslim, hanyalah salah satu contoh dari sifat minder yang menjangkiti seorang muslim terhadap ajarannya. Bahwa acara tersebut sangat kosong maknanya, lebih mewakili keyakinan agama lain dan besarpotensinya menimbulkan kerusakan moral, dan bahwa Islam memiliki ajaran yang jauh lebih unggul dalam masalah ‘cinta’ dan bagaimana mengekspresikannya dengan halal dan nyaman, itu tidak penting baginya. Yang penting adalah bagaimana dirinya dikatakan tidak ketinggalan zaman, gaul, modern dan sederet status semulainnya.

Ironisnya, orang-orang barat sendiri sedikit demi sedikitsudah mulai banyak meninggalkan budaya mereka yang cenderung tidak memilikibatasan sehingga melunturkan nilai-nilai kemanusian seseorang. Lalu mereka mulai beralih mencari ajaran-ajaran yang diyakini dapat membawa ketenangan. Diantara ajaran tersebut adalah agama lslam yang kini berdasarkan pengamatan berbagai pihak merupakan agama yang paling cepat pertumbuhannya di Eropa danAmerika.

Ini artinya, kemuliaan Islam benar-benar teruji. Sebabmereka tertarik dengan Islam, bukan karena Islam menawarkan pelampiasan syahwat, hura-hura dan hidup tanpa batas. Tapi karena ajaran Islam istimewa dengan kekokohan landasan dan kesempurnaan nilainya serta sesuai dengan kebutuhan fitrah manusia, kapan saja dan dimana saja.

Kalau mereka yang lahir dalam keadaan non muslim, lalu tumbuh berkembang di tengah ajaran dan budaya non Islam, kemudian beralih kepada Islam dan bangga dengannya walau berbagai ujian dan cobaan yang mereka hadapi. Semestinya seorang muslim yang lahir di tengah keluarga muslim dantumbuh di tengah masyarakat muslim lebih bangga lagi dengan keislamannya.

Terkenal ucapan Umar bin Khattab radhiallahu anhu,

نَحْنُ قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللهُ بِالإِسْلاَمِ فَمَهْمَا ابْتَغَيْنَابِغَيْرِهِ أَذَلَّنَا اللهُ

“Kita adalah kaum yang dimuliakandengan Islam, jika kita cari cara selain itu, niscaya Allah akan menghinakan kita." 
__._,_.___

Sabtu, 04 Januari 2014

Tips Menghindari Konflik Rumah Tangga

By: Nandang Burhanudin 
****

ADA seorang bapak tua, usianya kisaran 67 tahun. Ia tengah asyik mengamati burung merpati yang seakan jinak namun saat didekati ia pergi. Tak lama berselang, seorang anak muda dengan raut wajah kusut datang menghampiri. 

"Ada apa nak, wajahmu kusut kayak baliho calon bupati yang kalah Pilkada?", tanya sang kakek seakan mampu menembus kegalauan si anak muda.

"Hmmm....nggak tuch. Biasa aja. Emang kusut ya kek?", jawab si anak muda sembari tersenyum menyembunyikan luka di hati.

"Dah nikah kan? Ayooo...pastinya lagi ada perang dunia ya? He he he....biasa aja kaleee...emangnya kakek nggak pernah muda apa?", ujar si kakek tersenyum renyah.

"Iya kek. Lagi kesaaaaaaaaaaaal sama istri. Padahal baru 6 bulan jadi pengantin baru", si anak muda mulai terbuka.

"Woow...kaciaaan dech. Pengantin baru aja dah nestapa kayak artis aja! Sungguh terlalu! Contohlah kakek, dah 48 tahun menikah nggak pernah bermuram durja. Eperiting alweis oke.. MAU tau resepnya?.", jawab si kakek.

"Mau...mau...", respon si anak muda semangat.

"Gini, waktu malam pertama, kakek dan nenek sudah janjian. Kalau nenek membuat kakek kesal, maka nenek harus pergi ke dapur memasak yang enak dan berdandan wangi...."

"Terus,...terus....!"

"Nah, kalau kakek yang bikin kesal ke nenek, kakek diminta pergi ke taman selama mungkin.....dan baru kembali saat emosi sudah terkendali...", jawab si kakek.

"Wow, berarti sekarang kakek ada di taman.....itu artinya?"

"Ya, dan saat melihat kemesraan merpati itulah, kakek pulang.....merpati teramat menginspirasi", si kakek tersenyum.

"Terus gak bertengkar lagi?"

"Masih.....pertengkaran berlanjut di kamar.....he he he he..."



Senin, 30 Desember 2013

Tips Bahagia Dunia dan Akhirat :)

Ingatlah…… Lupakanlah…

• Selalulah ingat orang yang pernah menolongmu, lupakan orang yang pernah engkau tolong. 


• Selalulah ingat dosa-dosa yang telah kau lakukan, lupakan menghitung pahala yang telah kau kumpulkan..

• Selalulah ingat nikmat surga saat kau dapati keletihan dan beratnya menjaga iman dan amal, lupakan lezat dan keindahan maksiat berbanding dengan pedihnya azab akhirat… 

• Selalulah ingat orang yang pernah engkau sakiti, lupakan orang yang pernah menyakitimu. 

• Selalulah ingat, nikmat-nikmat yang pernah kau dapatkan, lupakan duka dan luka yang pernah kau rasakan… 

• Selalulah ingat orang-orang yang pernah mengajarimu, lupakan orang-orang yang pernah engkau ajari… 

• Selalulah ingat harta yang belum engkau sedekahkan, lupakan harta yang telah engkau infakkan… 

• Selalulah ingat orang-orang yang kekurangan dan ditimpa nestapa, lupakan khayalan-khayalanmu tentang orang-orang yang diberi kelebihan dunia… 

• Selalulah ingat ilmu yang belum kau amalkan, lupakan amal dari ilmumu yang telah engkau laksanakan.. 

• Selalulah ingat akhirat yang kian dekat mendatangimu, lupakan dunia yang telah pergi meninggalkanmu…

• Selalulah ingat… isteri/suamimu yang halal bagimu dan setia mendampingimu, lupakan laki2/wanita yang haram bagimu dan berupaya merayumu serta memikat hatimu...

• Selalulah ingat bayang2 keberhasilan dari kerja kerasmu, lupakan bayang2 kegagalan yang pernah menghampirimu….

• Selalulah ingatlah nasehat dan kritik membangun untukmu, lupakan pujian sanjungan yg dapat menjatuhkanmu. 


Oleh :  

abdullah haidir

Riyadh, Shafar 1435 H. 
__._,_.___

Jumat, 27 Desember 2013

Natalmu, Bukan Natalku

Natalmu, Bukan Natalku
*****
Bagi yang ingin mengucapkan selamat Natal
--------------------------

Suatu kali Rasulullah tawaf di Ka'bah. Tiba-tiba beliau berpapasan dengan para gembong Quraisy. Di antaranya Umayyah bin Khalaf dan Abu Jahal. 

Sebelumnya mereka sudah dengan berbagaimacam cara membujuk Rasulullah menghentikan dakwahnya. Namun Rasulullah teguh dengan pendiriannya. Lebih teguh dari pada karang di lautan.

Bukan itu saja, mereka juga sudah berusaha bernegosiasi dengan Rasulullah supaya toleran dengan agama mereka. Sekali-sekali mereka menyembah Allah bersama Rasulullah, di waktu lain Rasulullah diharapkan juga mau menyembah tuhan mereka. Tentu saja hal itu ditolak dengan tegas oleh Rasulullah dan dikuatkan lagi dengan wahyu dari langit.

Pada kali ini mereka berusaha membujuk Rasulullah dengan cara yang jauh lebih halus. Mereka berkata kepada beliau: 

"Wahai Muhammad, ke sinilah! Usaplah tuhan-tuhan kami ini sedikit saja. Kami berjanji akan masuk ke dalam agamamu setelah itu".

Kali ini permintaan mereka tidak macam-macam. Hanya sekedar mengusap patung mereka sedikiiiiiiiiiit saja. 

Rasulullah manusia yang mempunyai hati paling lembut. Beliau tidak ingin kaumnya berpecah. Beliau menginginkan sekali keislaman mereka. 

Hampir saja Rasulullah cenderung untuk melakukan hal itu. Untunglah beliau yang bersifat "ma'shum" dipelihara oleh Allah dari kesalahan. Segera Jibril datang membawa wahyu mencegah dan memperingatkan Rasulullah:

"Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.

Dan kalau Kami tidak memperkuat hatimu, nisacaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,

Kalau terjadi hal demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu siksaan berlipat ganda di dunia ini dan begitu pula siksaan berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami. (Al Isra': 73-75)

Dari riwayat di atas bisa diambil perbandingan dengan hukum mengucapkan selamat natal. Tadabburilah ayat ini dengan hati terbuka!

Permasalahannya barangkali kita anggap sederhana. Inikan bukan masalah aqidah atau ibadah, ini hanya urusan mu'amalah. Interaksi sesama manusia. 

Awalnya sih begitu.

Tapi setapak demi setapak, selangkah demi selangkah, akhirnya kita tidak sadar, sudah membaur tanpa jelas batas pemisah antara kita dan mereka. 
Pembahasaannya sangat memukau. Kerukunan beragama. Toleransi antar umat beragama. Persatuan dan kesatuan. Dan sebagainya. 

Tidakkah kita menyadari hari demi hari ketercampuran itu semakin kentara. Awalnya kita bicara masalah mengucapkan selamat natal. Berlanjut menghadiri pesta natal. Terus lanjut ikut misa dengan mereka. Akhirnya......silahkan dilanjutkan!

Tidakkah kita melihat umat Islam ikutan bangga dengan simbol-simbol mereka? Seperti memajang pohon natal di tokonya. Sekalipun niat awal untuk menarik para pembeli. Memakai topi santa claus, dsb.

Tidakkah kita merasa khawatir bila girah keislaman ini sedikit demi sedikit terkikis dari hati kita. Tidakkah kita cemas bila generasi pelanjut memandang semua agama sama saja. Boleh pilih-pilih dan gonta-ganti bagaikan memilih menu makanan dan berganti pakaian?

Diawali dengan pandangan sepele. Selangkah-demi selangkah masuk perangkap. Akhirnya hanyut tanpa sadar. 

Takutnya sadar baru muncul ketika malaikat Maut datang menyapa. Tiada arti bila taubat di dalam neraka.

Ucapkan no untuk ungkapan "selamat natal"! 

"Bagimu agamamu dan bagiku agamaku" (Al Kafirun: 6)

Selasa, 21 Mei 2013

MISTERI USIA 60 TAHUN

Tidak banyak orang berkesempatan hidup hingga melampaui usia di atas 60 tahun. Jika kita mencapainya maka BERWASPADALAH karena inilah saat yg menentukan akhir sebuah perjalanan seseorang. Akhir yg baik (husnul khatimah) atau akhir yg mengenaskan (su'ul khatimah).

Rasulullah saw bersabda, "Allah telah memberikan udzur kepada seseorang dengan menangguhkan ajalnya, sehingga mencapai usia enam puluh tahun." (HR. Ahmad).

Dan Rasulullah saw juga bersabda : "Sesungguhnya amal perbuatan dinilai sesuai dengan bagian akhirnya"(HR. Bukhari).

Rasulullah saw bersabda,“Pertarungan maut itu berada diantara usia enam puluh tahun hingga tujuh puluh tahun.“ (HR. Bukhari)

Fudhail bin Iyyadh pernah berkata kepada seseorang lelaki, “Berapa tahun usiamu?“
Kemudian orang itu menjawab, “Enam puluh tahun.“

Lalu Fudhail berkata,“Semenjak enam puluh tahun engkau berjalan menuju Rabbmu, nyaris saja engkau sampai tujuan.“

Lelaki itu kemudian menyahutnya, “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un.“

Fudhail lalu menanyakannya,“Engkau mengetahui tafsir dari kalimat itu?“

Lelaki itu menjawabnya,“Tolong tafsirkan kalimat itu untukku, wahai Abu Ali. “

Fudhail pun lalu mentafsirkannya,“Siapa saja yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah, dan bahwa dia pasti akan berpulang kepada Rabbnya, maka hendaklah ia menyadarinya bahwa ia pasti akan berdiri dihadapan Allah. Barangsiapa yang menyadari bahwa ia akan berdiri di hadapan-Nya, hendaknya ia menyadari bahwa ia harus bertanggungjawab. Siapa saja yang mengetahui bahwa ia harus bertanggungjawab, maka hendaknya ia menyediakan jawaban untuk pertanyaan kelak “.

Lelaki itu kemudian menanyakan,“Lalu, bagaimana jalan keluarnya?”

Fudhail menjawab,“Mudah saja.“
Lelaki itu menyahutnya, “Mudah itu yg bagaimana?“

Fudhail menjelaskannya,“Berbuat baiklah pada sisa usiamu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu. Janganlah engkau berbuat keburukan pada masa yang tersisa, karena segala perbuatanmu di masa lampau dan yg akan datang itu akan diperhitungkan di sisi-Nya.“

Dikutip dari milis duat oleh aidilheryana.com@gmail.com 

Jumat, 26 April 2013

Belajar dari Calon Gubernur PKS Maluku Utara


“Melihat wajahnya saja sudah tampak aurah cinta yang beliau pancarkan, ketika suasana politik masyarakat Maluku Utara yang di kenal “keras”, kader PKS Ini hadir dengan cinta dalam setiap momentum kepemimpinannya, beliau menghadirkan sesuatu yang baru dalam peta perpolitikan di Maluku Utara, “dakwa dengan cinta” KH Abdul Gani Kasuba, Lc telah memulainya jauh sebelumnya”...
1 Juli 2013 adalah waktu yang istimewa bagi masyarakat Maluku Utara, di tanggal itulah masa depan baru Maluku Utara akan di tentukan, pemilihan Gubernur Maluku Utara periode 2013-2018 yang di jadwalkan KPU di tanggal 1 Juli 2013 ini tentu  mengingatkan kita akan Pilgub Malut 2007 silam yang “panas” dan “Keras” karena membutuhkan waktu yang lama dalam penetapan siapa pemenang Pilgub saat itu.
Hari ini tentu masyarakat tidak menginginkan hal itu terulang lagi, harapan besar dengan hadirnya para calon gubernur yang memiliki track record baik menjadi dambaan masyarakat. Salah satu figur calon yang perlu kita belajar adalah KH Abdul Gani Kasuba atau lebih di kenal dengan AGK, calon PKS ini tentu sedikit berbeda di bandingkan dengan calon yang lain, karena beliau :

Pribadi Santun dan Rendah Hati
Siapa yang tidak mengenal gaya kepemimpinan AGK, Wakil Gubernur Maluku Utara, dan Mantan Anggota DPR PKS ini selalu tampil santun dan rendah hati, beliau selalu tampil apa adanya.
Tahun 2011 lalu Ketika hasil survei menempatkan AGK sebagai figur yang memiliki popularitas teratas menandingi figur lainya, Politisi senior PKS ini tak sedikitpun berbangga diri bahkan legowo jika tidak di calonkan PKS. 
Hingga hari ini ketika Keputusan DPP PKS yang mencalonkan AGK Sebagai Calon Gubernur Malut 2013-2018, kesederhanaan dan Sifat rendah hati masih tetap melekat dalam diri beliau, itu terlihat dari bagaimana cara pandang beliau ketika melihat dan mengomentari Pilgub Malut nanti ."Saya berharap agar ke depan masyarakat dapat memahami bahwa politik tidak selamanya identik dengan bagi-bagi uang, saling memfitnah, adu domba, caci maki dan berbagai praktek kotor lainnya. Politik sebagai seni untuk mendapatkan kekuasaan sebenarnya yang bisa di bangun dengan cara yang lebih baik, santun, bermoral serta terbebas dari pengaruh uang dan materi” (AGK).
Politik Santun yang dibangun AGK sangat nampak selama menjabat wakil Gubernur Malut 5 (lima) tahun terakhir, meski Gubernur Maluku Utara beberapa kali terseret isu Korupsi, AGK tidak memanfaatkan itu untuk kepentingan Jabatan pribadinya akan tetapi AGK senantiasa bekerja menjaga Kestabilan jalannya pemerintahan hingga saat ini.

Pemimpin Yang Dekat Dengan Rakyat
Sebagaimana diketahui Luas total wilayah Provinsi Maluku Utara mencapai 140.255,32 km². Sebagian besar merupakan wilayah perairan laut, yaitu seluas 106.977,32 km² (76,27%). Sisanya seluas 33.278 km² (23,73%) adalah daratan. terdiri dari 395 pulau besar dan kecil. Dengan medan Geografis yang di dominasi Wilayah Perairan dan Pulau-pulau tentu membutuhkan energi dan Anggaran besar bagi seorang untuk Menjangkau masyarakat.
Akan tetapi itu tidak berlaku bagi AGK, Politisi PKS ini telah mengelilingi Maluku Utara dan tercatat 80% Desa  di Maluku Utara  bahkan lebih telah beliau datangi, tak mengenal ombak maupun badai lautan. Itulah sebabnya masyarakat mengenal AGK sebagai sosok pemimpin yang paling bersahaja dengan masyarakat, beliau selalu hadir dalam setiap acara di daerah baik acara resmi maupun tidak resmi dan dengan sosok yang penuh kepedulian terhadap masyarakat.
Bahkan kepedulian AGK kepada Rakyat Kecil sampai pernah mengajak salah satu warga masyarakat yang berjalan kaki saat itu untuk menumpang mobil dinas Wakil Gubernur bersamanya.
Dalam Dialog Menuju Maluku Utara 1 yang diselenggarakan dan  disiarkan Langsung Oleh Gamalama TV beberapa waktu lalu, AGK berkomitmen untuk terus bersama Rakyat dan Pemberantasan KKN. Dimana hal  ini telah beliau lakukan dan buktikan dengan Laporan Keuangan selama menjabat Wakil Gubernur Maluku Utara 2007-2013 sebagai Laporan Keuangan yang paling bersih dan tak ada kejanggalan..
Ditengah politik bangsa ini yang di kenal “keras” dan “menyeramkan”, hari ini kita belajar dari calon gubernur PKS di Maluku Utara, tentang politik santun dan berwibawa, tentang politik penuh cinta, tak banyak orang-orang seperti mereka, semoga mereka di berikan kesempatan untuk memimpin Negeri ini..

Allahualam bissawab


Kamis, 11 April 2013

Puisi Kahlil Gibran


Kasihan bangsa
yang mengenakan pakaian
yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum
yang tidak ia panen,
dan meminum susu
yang ia tidak memerasnya.

Kasihan bangsa
yang menjadikan orang dungu
sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan penjajah
sebagai hadiah.

Kasihan bangsa
yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya
ketika tidur,
sementara menyerah padanya
ketika bangun.

Kasihan bangsa
yang tidak pernah angkat suara
kecuali jika sedang berjalan
di atas kuburan,
tidak sesumbar
kecuali di reruntuhan,
dan tidak memberontak
kecuali ketika lehernya sudah berada
di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa
yang negarawannya serigala,
filosofnya gentong nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa
yang menyambut penguasa barunya
dengan terompet kehormatan,
namun melepasnya dengan cacian,
hanya untuk menyambut penguasa baru lain
dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa
yang orang sucinya dungu
menghitung tahun-tahun berlalu,
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa
yang terpecah-pecah,
dan masing-masing pecahan
menganggap dirinya sebagai bangsa.





Karya : Kahlil Gibran