Motivasi

Mereka yang beralasan tidak punya waktu adalah mereka yang membiarkan waktu mengatur hidupnya, bukan malah sebaliknya.

Motivasi

Masalah itu adil, ia datang kepada semua orang, tapi tidak dengan jalan keluar. Jalan Keluar hanya datang kepada mereka yang mencarinya.

Motivasi

Nasib baik tidak pernah salah memilih orang. ia memilih orang yang proaktif menjemputnya.

Motivasi

Hal yang perlu ditakuti saat mengkritik orang lain adalah ketika kita sendiripun tidak lebih baik dari mereka.

Motivasi

Jangan hanya tertarik dengan apa yang dicapai orang sukses, tertariklah dengan airmata yang mereka keluarkan untuk mencapainya.

Selasa, 15 Januari 2013

Tips Mengundang Rezeki




Ada orang ngundang rejeki dg cara tiap pagi membagi 40 nasi untuk duafa, rutin dia lakukan.. Langitpun tersentuh! Allah Ridho.. Lherrrr!!

Ada org yg ngundang rejeki dg cara mencium kaki ibunya, lalu minta didoakan.... Langitpun bergetar! Allah Ridho... Wussss!!!!

Ada yg ngundang rejeki, tiap minggu dia datangi anak2 Yatim, diusap2 kepalanya, dibelikan sesuatu utk mereka, spt yg diajarkan Kanjeng Nabi

Ada yg ngundang rejeki, tiap pagi berangkat kerja dia rutin bersedekah kepada siapa saja... Malaikat tahluk, Allah Ridho... Blaaarrr!!

Ada org yg ngundang rejeki, tiap malam jumat dia membagi makanan kepada 100 orang yg tidur di Jalanan.. Doanya tembusss langit!

Ada orang yg ngundang rejeki, tiap pagi dia menatap langit langsung, mengangkat tangan, dan Nembung lgsg pada Tuhannya.. "Cukupkan Aku.."

Ada yg ngundang rejeki, tiap jumat omzet/profit penjualannya 100% disedekahkan.. Malaikat haru, Allah Ridho... Byuuurrr!!!

Ada yg ngundang Rejeki, tiap bulan 20% dari total pendapatannya disedekahkan.. Dia Yakin Tuhannya MAHA KAYA.. Langit membuktikan!

Ada yg ngundang rejeki, seminggu sekali dia tengah malam datangi rumah duafa, dia panggul sendiri makanan untuk mereka... Langit merekamnya

Ada yg ngundang rejeki, tiap jumat dia tidak mau dibayar untuk tenaganya yg dia berikan ke orang lain.. Tiap tetes keringatnya pnh pahala

Ada yg ngundang rejeki, tiap pagi dia sholat Duha 8-12 Rakaat, ktk orang lain sdh sibuk dia memilih ngadep langsung ke Penciptanya..

Ketika tukang becak-pun bersedekah, maluuuu kita kalo justru kikir dan pongah...

Rejekimu bukan dari Bossmu atau pelangganmu.... Tp dr Allah.. Undang rejeki dtg dg cara2 yg Allah Ridhoi... Tenaaang, DIA MAHA KAYA kok..

"Memberi itu tenangkan hati..." -» kalo hatimu gak tenang, jangan2 karena berbagipun engkau enggan..

Orang yg yakin ALLAH MAHA KAYA, dia gak pernah takut kelaparan.. dia gak pernah takut.. dan gak pernah ragu!

Bagaimana rejeki mau berlimpah.. Kalo sedekah aja ogah..

Narman Syah

Senin, 31 Desember 2012

Tips : Mengucapkan Selamat Natal Dalam Islam



Selamat Natal Menurut Al-Qur’an
Oleh: Dr. M. Quraish Shihab



Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam bersandar ke pohon kurma.
Ingin rasanya beliau mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali. Tetapi
Malaikat Jibril datang menghibur: “Ada anak sungai di bawahmu, goyanghan
pangkal pohon kurma ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu. Kalau ada
yang datang katakan: “Aku bernazar tidak bicara.”�


“Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk. Ayahmu bukan penjahat, ibumu
pun bukan pezina”,� demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di
gendongannya.


Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya menunjuk bayinya. Dan ketika itu
bercakaplah sang bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah yang
diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta mengabdi kepada ibunya. Kemudian
sang bayi berdoa: “Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku pada hari
kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari ketika aku dibangkitkan hidup
kembali.”



Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34. Dengan
demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan selamat Natal pertama
dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa a.s.


Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah Al-Quran telah
memberikan contoh? Bukankah ada juga salam yang tertuju kepada Nuh,
Ibrahim, Musa, Harun, keluarga Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap
Muslim harus percaya kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas, juga
harus percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya adalah hamba dan utusan
Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam untuk mereka berdua
sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh nabi dan rasul. Tidak bolehkah kita
merayakan hari lahir (natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi saw. juga merayakan
hari keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir’aun dengan berpuasa ‘Asyura,
seraya bersabda, “Kita lebih wajar merayakannya daripada orang Yahudi
pengikut Musa a.s.”


Bukankah, Para Nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda? Seperti
disabdakan Nabi Muhammad saw.? Bukankah seluruh umat bersaudara? Apa
salahnya kita bergembira dan menyambut kegembiraan saudara kita dalam batas
kemampuan kita, atau batas yang digariskan oleh anutan kita? Demikian lebih
kurang pandangan satu pendapat.


Banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Al-Masih yang dijelaskan
oleh sejarah atau agama dan telah disepakati, sehingga harus diterima.
Tetapi, ada juga yang tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Disini, kita
berhenti untuk merujuk kepercayaan kita.


Isa a.s. datang mermbawa kasih, “Kasihilah seterumu dan doakan yang
menganiayamu.”� Muhammad saw. datang membawa rahmat, “Rahmatilah yang di
dunia, niscaya yang di langit merahmatimu.” Manusia adalah fokus ajaran
keduanya; karena itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.


Isa menunjuk dirinya sebagai “anak manusia, sedangkan Muhammad saw.
diperintahkan oleh Allah untuk berkata: “Aku manusia seperti kamu. Keduanya
datang membebaskan manusia dari kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu
penindasan. Ketika orang-orang mengira bahwa anak Jailrus yang sakit telah
mati, Al-Masih yang menyembuhkannya meluruskan kekeliruan mereka dengan
berkata, “Dia tidak mati, tetapi tidur.”� Dan ketika terjadi gerhana pada
hari wafatnya putra Muhammad, orang berkata: Matahari mengalami gerhana
karena kematiannya.� Muhammad saw. lalu menegur, “Matahari tidak mengalami
gerhana karena kematian atau kehahiran seorang.”�Keduanya datang
membebaskan maanusia baik yang kecil, lemah dan tertindas dhuâfaâ dan
al-mustadhâ’affin dalam istilah Al-Quran.


Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan Al-Masih?
Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawaâ (Kata Sepakat) yang
ditawarkan Al-Quran kepada penganut Kristen (dan Yahudi (QS 3:64)? Kalau
demikian, apa salahnya mengucapkan selamat natal, selama akidah masih dapat
dipelihara dan selama ucapan itu sejalan dengan apa yang dimaksud oleh
Al-Quran sendiri yang telah mengabadikan selamat natal itu?


Itulah antara lain alasan yang membenarkan seorang Muslim mengucapkan
selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan ritual. Di sisi lain,
marilah kita menggunakan kacamata yang melarangnya.


Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat dipelihara. Karenanya
salah, bahkan dosa, bila kerukunan dikorbankan atas nama agama. Tetapi,
juga salah serta dosa pula, bila kesucian akidah ternodai oleh atau atas
nama kerukunan.


Teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas, dan tidak juga
rinci. Itu semula untuk menghindari kerancuan dan kesalahpahaman. Bahkan
Al-Q!uran tidak menggunakan satu kata yang mungkin dapat menimbulkan
kesalah-pahaman, sampai dapat terjamin bahwa kata atau kalimat itu, tidak
disalahpahami. Kata “Allah”,� misalnya, tidak digunakan oleh Al-Quran,
ketika pengertian semantiknya yang dipahami masyarakat jahiliah belum
sesuai dengan yang dikehendaki Islam.


Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah Rabbuka (Tuhanmu, hai
Muhammad) Demikian terlihat pada wahyu pertama hingga surah Al-Ikhlas. Nabi
saw. Sering menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau tidak sekalipun
bertanya, “Di mana Tuhan?”� Tertolak riwayat sang menggunakan redaksi itu
karena ia menimbulkan kesan keberadaan Tuhan pada satu tempat, hal yang
mustahil bagi-Nya dan mustahil pula diucapkan oleh Nabi. Dengan alasan
serupa, para ulama bangsa kita enggan menggunakan kata “adaâ” bagi Tuhan,
tetapi “wujud” Tuhan.


Natalan, walaupun berkaitan dengan Isa Al-Masih, manusia agung lagi suci
itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen yang pandangannya terhadap
Al-Masih berbeda dengan pandangan Islam. Nah, mengucapkan “Selamat
Natal”�atau menghadiri perayaannya dapat menimbulkan kesalahpahaman
dan dapat
mengantar kepada pengaburan akidah. Ini dapat dipahami sebagai pengakuan
akan ketuhanan Al-Masih, satu keyakinan yang secara mutlak bertentangan
dengan akidah Islam. Dengan kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram
itu, sampai-sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat, aktivitas
apa pun yang berkaitan dengan Natal tidak dibenarkan, sampai pada jual beli
untuk keperluan Natal.


Adakah kacamata lain? Mungkin!


Seperti terlihat, larangan ini muncul dalam rangka upaya memelihara akidah.
Karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman, agaknya lebih banyak ditujukan
kepada mereka yang dikhawatirkan kabur akidahnya. Nah, kalau demikian, jika
ada seseorang yang ketika mengucapkannya tetap murni akidahnya atau
mengucapkannya sesuai dengan kandungan “Selamat Natal”� Qurani, kemudian
mempertimbangkan kondisi dan situasi dimana hal itu diucapkan, sehingga
tidak menimbulkan kerancuan akidah baik bagi dirinya ataupun Muslim yang
lain, maka agaknya tidak beralasan adanya larangan itu. Adakah yang
berwewenang melarang seorang membaca atau mengucapkan dan menghayati satu
ayat Al-Quran?


Dalam rangka interaksi sosial dan keharmonisan hubungan, Al-Quran
memperkenalkan satu bentuk redaksi, dimana lawan bicara memahaminya sesuai
dengan pandangan atau keyakinannya, tetapi bukan seperti yang dimaksud oleh
pengucapnya. Karena, si pengucap sendiri mengucapkan dan memahami redaksi
itu sesuai dengan pandangan dan keyakinannya. Salah satu contoh yang
dikemukakan adalah ayat-ayat yang tercantum dalam QS 34:24-25. Kalaupun non
Muslim memahami ucapan “Selamat Natal”� sesuai dengan keyakinannya, maka
biarlah demikian, karena Muslim yang memahami akidahnya akan mengucapkannya
sesuai dengan garis keyakinannya. Memang, kearifan dibutuhkan dalam rangka
interaksi sosial.


Tidak kelirulah, dalam kacamata ini, fatwa dan larangan itu, bila ia
ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan ternodai akidahnya. Tetapi,
tidak juga salah mereka yang membolehkannya, selama pengucapnya bersikap
arif bijaksana dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal
tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan.



Dostojeivsky (1821-1881), pengarang Rusia kenamaan, pernah berimajinasi
tentang kedatangan kembali Al-Masih. Sebagian umat Islam pun percaya akan
kedatangannya kembali. Terlepas dari penilaian terhadap imajinasi dan
kepercayaan itu, kita dapat memastikan bahwa jika benar beliau datang,
seluruh umat berkewajiban menyambut dan mendukungnya, dan pada saat
kehadirannya itu pasti banyak hal yang akan beliau luruskan. Bukan saja
sikap dan ucapan umatnya, tetapi juga sikap dan ucapan umat Muhammad saw.
Salam sejahtera semoga tercurah kepada beliau, pada hari Natalnya, hari
wafat dan hari kebangkitannya nanti.


MEMBUMIKAN AL-QURAN

Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat

Dr. M. Quraish Shihab

Penerbit Mizan, Cetakan 13, Rajab 1417/November 1996

Jln. Yodkali 16, Bandung 40124

Telp. (022) 700931 - Fax. (022) 707038

Senin, 17 Desember 2012

RIDHO SUAMI adalah SURGA bagimu wahai PARA ISTRI


Mengapa RIDHO SUAMI itu adalah SURGA bagimu wahai PARA ISTRI .


|☆. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

 |☆. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

 |☆. Suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

 |☆. Suamimu berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

 |☆. Suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

 |☆. Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka. karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri...


Dikutip dari Status FB : Aidil Heryana 

Kamis, 06 Desember 2012

Ikhwan itu...

Hari itu dua orang aktivis saling debat terkait problem organisasi.. "ana ikhwan akhi, antum ini selalu suka main vonis saja"... bla bla bla..

Teman dari pada "saling nyerang" mendingan kita resapi lagi nih.... :

Ikhwan itu... tongkrongannya masjid atau mushala bukannya mall atau party-party

Ikhwan itu.. duduk dari pengajian satu ke pengajian lainnya bukannya pacaran di cafe remang-remang

Ikhwan itu.. hobinya baca Qur’an bukannya baca ramalan bintang

Ikhwan itu... doyannya ngapalin Qur’an bukannya lirik lagu mellow yang isinya ratapan dan tangisan

Ikhwan itu.. di playlistnya penuh sama muratal Qur’an atau rekaman kajian bukannya lagu-lagu yang bikin kepala manggut-manggut plus bejogetan

Ikhwan itu.. berilmu dulu baru beramal bukan yang gayanya selangit dengan ilmu pas-pasan

Ikhwan itu.. ilmunya gak dipendem sendiri di buku catatan tapi disebarkan biar ummat bisa tau kebenaran

Ikhwan itu.. gak ragu amar ma’ruf nahi munkar bukannya nunggu lancar plus khatam bahasa Arab dan kitab2 dulu baru didakwahkan

Ikhwan itu.. berani menerima kebenaran bukan sibuk mencari pembenaran

Ikhwan itu.. sigap dan tanggap saat dibutuhkan bukan diem aja banyak alasan ato cari aman

Ikhwan itu.. anti update status galau bukannya tiap hari menebar nestapa duka lara minta dikasihani

Ikhwan itu.. isi status atau tweetnya menebar hikmah dan semangat bukannya mencaci, memaki ngajakin ribut

Ikhwan itu.. mengadukan masalahnya pada Alloh Sang Pemilik kehidupan bukan mengadu di fesbuk, twitter atau BBM gan

Ikhwan itu.. gak malu nangis akan dosa-dosanya di hadapan Alloh bukannya malu-maluin nangis gara-gara ditolak cewek gebetannya

Ikhwan itu.. gak bangga dengan banyaknya pujian bukannya malah emosi cuman gara-gara satu celaan

Ikhwan itu.. punya prinsip gan bukannya jadi follower pemikiran dan gaya hidup kebarat-baratan tanpa pegangan

Ikhwan itu.. kalo liat cewek cantik langsung nunduk/ mlengos buat jaga pandangan bukannya dipelototin gak karuan

Ikhwan itu.. gak demen obral janji dan sumpah serapah sama pasangan bukan yang enteng bilang “Aku gak bisa hidup tanpa kamu, sayang”

Ikhwan itu.. gak berani ngajak jalan sebelum ijab qabul terikrarkan bukannya malah berduaaan pegang-pegangan sebelum halalan thayyiban

Ikhwan itu.. berani dateng ke rumah buat ngelamar bukannya malem mingguan bawa lari anak orang padahal belum ada ikatan pernikahan

Ikhwan itu.. dandannya kalo ke masjid mau menghadap Tuhan bukan buat tebar pesona cari mangsa buat hang out-an

Ikhwan itu.. bangun malem buat tahajjudan bukan yang bangun kesiangan plus telat subuhan

Ikhwan itu.. sibuk dengan aib dan dosanya bukan cari-cari kejelekan orang (eh, ada ya? kirain akhwat doang..oh no)

Ikhwan itu.. berani keluar dari zona nyaman, berani gaul sama orang awam, gak cuma “jago kandang”

Ikhwan itu.. nasihatin orang dengan hikmah, kesantunan dan kelembutan akhlak bukan emosi dan ngrasa paling bener sendiri

Ikhwan itu.. gak takut dibilang kampungan gara-gara celana cingkrang

Ikhwan itu.. gak takut dibilang berantakan gara-gara jenggotan Ikhwan itu.. gak takut dibilang kelainan gara-gara menundukkan pandangan sama perempuan

Ikhwan itu.. gak takut dibilang banci gara-gara nolak rokok gratisan

Ikhwan itu.. gak takut dibilang ekstrim gara-gara gak salaman sama cewek bukan mahram

Ikhwan itu.. gak nunggu hidup mapan buat ngelamar wanita pilihan...yang penting mau usaha wan

Kamis, 18 Oktober 2012

Tips : Amalan & Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Alhamdulillah kita kembali dipertemukan dengan   bulan Dzulhijjah 1433, berikut keutamaan 10 Hari Pertama  bulan Dzulhijjah  :

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ : وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

 “Tidak ada hari-hari yang pada waktu itu amal shaleh lebih dicintai oleh Allah melebihi sepuluh hari pertama (di bulan Dzulhijjah).” Para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya, “Wahai Rasulullah, juga (melebihi keutamaan) jihad di jalan Allah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(Ya, melebihi) jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar (berjihad di jalan Allah) dengan jiwa dan hartanya kemudian tidak ada yang kembali sedikitpun.” (HR al-Bukhari)

 Dari Jabir bin Abdullah Rosulullah bersabda: “Hari yang paling utama di dunia adalah hari sepuluh Dzulhijjah”. (Shohihul Jami’)

 Karena besarnya keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, Allah Ta’ala sampai bersumpah dengannya dalam firman-Nya: وَلَيَالٍ عَشْرٍ “Dan demi malam yang sepuluh.” (Qs. al-Fajr: 2). Yaitu: sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah, menurut pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dan Ibnu Rajab, [serta menjadi pendapat mayoritas ulama].

 Imam Ibnu Hajar al-’Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain.”

 Amal shaleh dalam hadits ini bersifat umum, termasuk shalat, sedekah, puasa, berzikir, membaca al-Qur’an, berbuat baik kepada orang tua dan sebagainya.


Amal sholih yang dianjurkan:


1. Berpuasa selama hari-hari tersebut, atau pada sebagiannya terutama pada hari Arafah. Kecuali Hari ke-10 (Idul Adha).

 Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun." [Hadits Muttafaq 'Alaih].

 Puasa Arafah, adalah puasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah. Hukumnya sunnah mu'akkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi mereka yang tidak menunaikan ibadah haji.


عَنْ أَبِي قَتَادَةَ اْلأنْصَارِيِّ رضي الله عنه، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

 Dari Abi Qotadah ra, Rosulullah saw bersabda: "Saya mengharap kepada Allah agar puasa pada hari Arafah menghapuskan dosa tahun sebelumnya dan tahun yang sesudahnya". (HR. Muslim no. 196, Tirmizdi no.749 dan Ibnu Majah no 1756)


2. Memperbanyak membaca Tahlil, Takbir dan Tahmid


مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ وَلاَ أَحَبُّ إِلىَ اللهِ الْعَمَلَ فِيْهِنَّ مِنْ هَذِهِ اْلأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوْا فِيْهِنَّ مِنَ التَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ وَالتَّحْمِيْد

 "Tiada hari yang lebih baik dan lebih di cintai Allah ta'ala untuk beramal baik padanya dari sepuluh hari Dzul Hijjah, maka perbanyaklah membaca tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu Akbar) dan tahmid (Alhamdu lillah)".(HR. Ahmad)

 Imam Bukhari menjelaskan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah, mereka berdua pergi ke pasar pada sepuluh hari Dzulhijjah untuk menggemakan takbir pada khalayak ramai, lalu orang-orang mengikuti takbir mereka.

 Ishaq meriwayatkan dari para ahli fiqih pada masa tabi'in, bahwa mereka mengucapkan pada sepuluh hari Dzulhijjah


اَللَّهُ أَكْبَرُ الَّلهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَالَّلهُ أَكْبَرُ اَلَّلهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

 "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada ilah yang berhak untuk di sembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar, AllAh Maha besar dan bagi Allah segala pujian"

 Dan disunnahkan pula mengeraskan suara ketika melantunkan takbir di tempat-tempat umum, seperti: di pasar, di rumah, di jalan umum atupun di masjid dan di tempat-tempat yang lain.

 Allah berfirman:


وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 "Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu". (QS. Al-Baqarah: 185).


3. Berkurban

 Berkurban adalah ibadah kepada Allah dengan menyembelih seekor kambing atau sepertujuh onta atau sapi pada hari Idul Adha dan tiga hari tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Hukumnya sunnah mu'akkadah menurut jumhur ulama. Ibadah kurban bukan kewajiban sekali seumur hidup, tetapi sunnah yang dianjurkan setiap tahun jika dirinya mampu, bahkan Rasulullah saw ketika di Madinah beliau selalu berkurban setiap tahunnya. Dalam sebuah hadits disebutkan:


عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَال : ضحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا - متفق عليه

 Dari Anas ra berkata: “Nabi saw berkurban dengan dua kambing yang mulus dan bertanduk yang disembelihnya dengan tangannya sendiri ambil mengucapkan takbir, beliau meletakkan kakinya di leher kambingnya. (Muttafaq Alaihi)


4. Sholat Idul Adha

 Dianjurkan untuk menghadiri sholat Idul Adha dan mendengarkan khutbah bagi kaum muslimin yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Di antara para ulama yang membenarkan pendapat bahwa sholat Ied adalah wajib kecuali adanya uzur yang menyebabkan tidak bisa menghadiri sholat ied seperti hujan adalah Imam Ibnu Taimiyah berdasarkan firman Allah: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah” (QS. Al-Kautsar: 2)

 Kaum wanita yang sedang mendapatkan haidh dan berhalangan dianjurkan juga untuk menghadiri sholat ied untuk mendengarkan khutbah. Di anatara hikmah disyariatkannya hari ied karean hari itu adalah hari kebaikan dan kesyukuran. Wallahu a’alam bisshowab.



5. Banyak beramal shalih, berupa ibadah sunnah seperti: shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar ma’ruf-nahi munkar dan lain sebagainya.

Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, bahkan sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihadnya orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

Jumat, 05 Oktober 2012

TANDA-TANDA KEMATIAN

Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di h
ati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang ajal :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjelang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan di tengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada.

Allahummarzuqna Khusnal Khotimah...
Wa na'udzubika mis suu'il khotimah...
​آمين يآربّ العالمين
‎​
Salam Hangat,

Dikutip dari Milis Pengusaha PKS postingan by ibu Eliyati Bahri

Minggu, 23 September 2012

Tips : Cara Nabi Mengatasi Kemandulan

Memang sedih rasanya bagi pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak. Bagaimanapun Islam juga memberikan cara berikhtiar agar mendapatkan anak. ada beberapa Tips yang dianjurkan dalam Islam diantaranya dengan Memperbanyak istighfar dan Bershadaqah.


Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi dan berkata "Ya Rasulullah saya belum punya anak sama sekali." 
"Kenapa kamu tidak memperbanyak saja istighfar dan bershadaqah?" Sabda Nabi. Orang itu kemudian melakukannya. Akhirnya dia mendapat enam orang anak.

Menurut Allamah Mala Ali, hadits tersebut berdasarkan firman Allah dalam kisah Nabi Nuh as,
"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (QS Nuh :10-12)

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan menguraikan segala kekusutan hati dan melapangkan segala kesempitan dada serta memberikan rizki tanpa diduga-duga. (HR. Ahmad dan Hakim dari Ibnu Abbas).

(Dikutip dari buku Cara Nabi Mendidik Anak, Karya Ir Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid)

Salam Hangat...